Belajar Mindfulness

Hidup di kota besar yang bisa dibilang cukup sibuk dan serba cepat diyakini dapat meningkatkan stress dan kecemasan.

Berbeda dengan hidup di perdesaan yang bisa dibilang segala sesuatu masih sederhana.

Dimana, terdapat banyak hal yang harus dipikirkan dan dilakukan oleh masyarakat perkotaan. Mulai dari pekerjaan, keluarga, cicilan atau yang lainnya.

Hal ini merupakan pikiran menjadi bercabang yang rata-rata hampir dialami oleh semua masyarakat perkotaan.

Sebab, kehidupan di perkotaan memanglah sangat padat sehingga membuat kita harus dapat melakukan segala hal sekaligus atau yang sering disebut multi-tasking.

Jika dibiarkan, pikiran bercabang ini dapat menggaunggu konsentrasi anda dan bahkan dapat menyebabkan stress bagi anda.

Maka dari itu, banyak orang perkotaan yang suka berlibur untuk menghilangkan penat dari kehidupan di perkotaan.

Hanya saja, dengan berlibur memang dianggap ampuh dapat menghilangkan stress, tetapi hanya untuk jangka waktu sementara saja.

Oleh sebab itu, diperlukan suatu cara untuk membantu masyarakat perkotaan dalam menghilangkan stress tersebut yaitu dengan yang namanya mindfulness.

Apa itu Mindfulness

Mindfulness adalah salah satu kemampuan manusia untuk sepenuhnya sadar dengan keadaan saat ini, sadar dengan apa yang dilakukan. Pikiran juga harus memikirkan tentang hal yang sedang terjadi saat ini, bukanlah sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu atau yang diharapkan terjadi di masa depan.

Manfaat mindfulness ini dipercaya dapat meningkatkan efektivitas dan kreativitas.

Sebab, mindfulness dapat melatih konsentrasi kita dalam melakukan suatu hal sebab kita sadar penuh dengan aktivitas yang sedang kita lakukan saat ini.

Ketika kita sudah sadar penuh dengan hal yang terjadi saat ini, maka secara otomatis anda dapat merasakan indra-indra anda dapat berfungsi secara lebih baik juga.

Contohnya, ketika anda duduk di taman terbuka seperti biasa, dibandingkan ketika anda duduk di taman terbuka dengan memejamkan mata anda untuk berfokus mendengar suara sekitar.

Tentunya akan ada lebih banyak jenis suara yang dapat anda dengarkan dengan kondisi mata yang dipejamkan seperti suara burung, mesin, atau suara lainnya yang mungkin anda tidak sadar ada ketika anda tidak fokus.

Itulah salah satu alasan kenapa latihan mindfulness dapat meningkatkan konsentrasi manusia.   Mindfulness pada dasarnya dimiliki oleh semua orang secara alami, hanya saja diperlukan latihan yang rutin.

Latihan Mindfulness

Terdapat berbagai jenis latihan atau kebiasaan yang dapat dilakukan setiap orang untuk melatih atau memunculkan pikiran yang mindfulness.

Berikut adalah latihan yang dapat dilakukan untuk melatih pikiran mindfulness:  

1. Meditasi

Meditasi merupakan salah satu latihan paling umum yang dapat dilakukan setiap orang untuk melatih mindfulness.

Sebab, ketika anda melakukan meditasi, anda akan memfokuskan pikiran anda pada suatu hal tertentu tergantung meditasi apa yang anda lakukan.

Meditasi juga dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti meditasi tidur, meditasi jalan, atau meditasi duduk seperti yang umumnya dilakukan.  

2. Makan dan Minum

Makan dan minum yang dimaksud bukanlah makan dan minum biasa.

Dimana, ketika anda sedang makan atau minum anda harus berfokus dalam merasakan makanan atau minuman yang sedang anda konsumsi.

Kunyahlah dan rasakan setiap sendok makanan yang anda makan, dan juga sama halnya ketika sedang minum.

Ketika anda sedang makan atau minum, janganlah berfokus pada hal lain seperti mengobrol, menonton tv, atau hal lain yang dapat menghilangkan fokus anda terhadap makanan yang sedang kalian konsumsi.

3. Mendengarkan

Mendengarkan dengan seksama juga merupakan salah satu latihan mindfulness.

Dimana, ketika anda sedang berkomunikasi atau ketika anda sedang diajar oleh guru didalam kelas. Fokuslah pada hal yang sedang diutarakan oleh lawan bicara anda.

Sebab, masih banyak orang yang ketika sedang berkomunikasi masih memikirkan hal-hal lain yang tidak relevan dengan percakapan yang sedang berlangsung.

Oleh sebab itu, ketika sedang berkomunikasi, fokuslah terhadap hal-hal yang sedang dibicarakan.   Jangan biarkan pikiran, emosi, perasaan, atau yang lainnya muncul ketika anda sedang berkomunikasi.

Leave a Comment