Mengurus SIM Mati atau Baru

Menurut Wikipedia, SIM atau Surat Izin Mengemudi merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

SIM ini sendiri dibagi menjadi berbagai golongan berdasarkan jenis kendaraan bermotornya. Namun pada postingan ini saya hanya akan membahas tentang SIM A dan C, karena kedua SIM tersebutlah yang paling lazim digunakan.

SIM A merupakan surat izin mengemudi yang diperuntukkan untuk kendaraan beroda empat seperti mobil dengan jumlah berat yang tidak melebihi 3.500 kg.

Sedangkan SIM C diperuntukkan untuk kendaraan bermotor beroda dua dengan cc dibawah 250cc.

Mengurus SIM Mati atau SIM Baru

Jika SIM anda sudah mati (sudah melewati tanggal masa berlaku), anda sudah tidak dapat untuk melakukan perpanjangan lagi meskipun hanya telat 1 hari.

Maka yang harus anda lakukan adalah datang ke Satpas SIM terdekat di rumah anda untuk membuat SIM yang baru, dan SIM lama anda sudah tidak berlaku sudah tidak dapat digunakan sama sekali lagi.

Jadi, proses pengurusan SIM yang mati sama persis ketika anda hendak akan membuat SIM baru.

Lanjut untuk proses pengurusannya, proses pengurusan SIM A dan C kurang lebih sama, yang membedakan hanyalah pada saat pengujian teori dan praktek yang disesuaikan dengan jenis kendaraan bermotornya masing masing.

Untuk detail mengenai alur pengurusan SIM baru dapat kalian baca di bawah.

Proses Pengurusan SIM

Berikut adalah proses-proses untuk mengurus SIM A dan SIM C:

1. Berkas dan Syarat yang Diperlukan

Bagi anda yang mau memperpanjang SIM, anda harus melengkapi berkas dan syarat berikut:

  1. Fotocopy KTP
  2. Berusia minimal 17 tahun.
  3. Tes kesehatan

Jumlah fotocopy KTP yang diperlukan adalah 2 lembar untuk setiap jenis SIM. Jadi, misalkan anda ingin mengurus SIM A dan SIM C, maka otomatis jumlah fotocopy KTP yang diperlukan adalah 4 lembar. Namun ada baiknya untuk membawa lebih untuk berjaga jaga.

Untuk tes kesehatan sendiri harusnya dapat dilakukan di dekat Satpas masing masing. Dimana, di dekat Satpas tempat saya membuat SIM sudah menyediakan tes kesehatan dan kita hanya perlu membayar sebesar Rp 30.000. Tes yang dilakukan sendiri juga hanya tes pengelihatan mata, dimana kita diminta untuk membaca beberapa teks dalam jarak tertentu.

Catatan, jika anda mengurus 2 SIM sekaligus, maka otomatis hasil tes kesehatan yang diperlukan menjadi 2 lembar. Tetapi, kalian tidak perlu untuk melakukan tes kesehatan 2x. Dimana, kalian dapat fotocopy hasil tes kesehatan yang sudah anda peroleh sebelumnya.

2. Masuk ke Kantor Satpas

Setelah semua persyaratan lengkap, maka anda tinggal masuk ke kantor Satpas. Biasanya akan ada petugas yang menanyakan tujuan berkunjung. Anda tinggal mengikuti arahan dari petugas yang ada dan langsung cari tempat pembayaran.

3. Lakukan Pembayaran

Setelah anda sampai di tempat pembayaran anda tinggal membayar sejumlah Rp 120.000 untuk SIM A dan/atau Rp 100.000 untuk SIM C.

Catatan: pembayaran hanya dapat dilakukan menggunakan cash.

Setelah anda selesai melakukan pembayaran, maka anda akan memperoleh formulir registrasi untuk diisi.

4. Registrasi

Setelah anda telah selesai mengisi form registrasi yang diberikan, maka selanjutnya lakukanlah registrasi.

Petugas akan melakukan pengecekan terhadap berkas-berkas yang anda bawa.

Jika berkas yang anda bawa sudah lengkap, maka petugas akan mengarahkan anda langsung ke loket dilakukan penginputan data anda.

Setelah proses penginputan data selesai, maka anda akan mendapat semacam tiket untuk tahap selanjutnya.

5. Foto

Setelah data anda telah selesai diinput, maka selanjutnya anda masuk ke ruangan berikutnya untuk melakukan foto SIM anda.

Anda tinggal meletakkan tiket yang diberikan oleh petugas sebelumnya di tempat yang tersedia.

Anda tinggal menunggu hingga nama anda dipanggil untuk melakukan foto, pendaftaran sidik jari, dan tanda tangan.

Setelah selesai melakukan foto, selanjutnya anda tinggal masuk ke ruangan ujian teori untuk melakukan ujian.

6. Ujian Teori

Setelah anda memasuki ruangan ujian teori, anda tinggal mengisi tempat yang kosong dan menggunakan headset yang tersedia.

Didepan layar monitor akan ditampilkan halaman awal untuk ujian teori, dimana anda akan diminta untuk menginput nomor registrasi yang tertera pada tiket anda.

Setelah anda menginput nomor registrasi tersebut, akan muncul instruksi cara pengujian dan waktu yang diberikan.

Menurut saya pribadi, instruksi yang diberikan kurang jelas, jadi saya akan memberikan tambahan yang saya ketahui.

Jadi, anda akan diberikan soal berjumlah 30, dan anda hanya diberikan 2 opsi jawaban yaitu benar dan salah.

Jadi pada setiap soal, kalian akan diberikan ilustrasi berupa video atau gambar, dan pada sebelah kanan video tersebut akan terdapat suatu pernyataan.

Berikut adalah kira-kira contoh tampilannya:

Ilustrasi Ujian Teori Mengurus SIM

Jadi, tugas anda adalah menentukan apakah yang dilakukan pengendara di video atau gambar tersebut benar atau salah (bukan menilai apakah pernyataan yang diberikan benar atau salah).

Waktu total yang diberikan untuk mengerjakan semua soal adalah 15 menit, jadi waktu untuk mengerjakan tiap soal adalah selama 30 detik.

Soal-soal yang diberikan cenderung juga dapat dikatakan sangat mudah, dimana saya dapat lulus ujian teori ini hanya dengan membaca artikel berikut: https://www.halobdg.com/tips/bocoran-soal-ujian-teori-sim-c-agar-lulus-bikin-sim/

7. Ujian Praktek

Setelah anda lulus ujian teori, anda kemudian baru dapat untuk melakukan ujian praktek.

Pada saat anda sampai di tempat ujian praktek, anda akan akan di brifing sebentar mengenai hal-hal saja apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh anda lakukan.

Menurut saya ujian praktek merupakan bagian yang tersulit, dimana anda diminta untuk mengendarai kendaraan melewati lintasan-lintasan yang sudah disediakan.

Lintasan-lintasan yang diberikan bisa dibilang sangat sulit dan dibutuhkan kemahiran yang sangat tinggi untuk lolos.

Kesalahan sedikit saja akan berakibat sangat fatal, sebab anda hanya diberikan 1 kali kesempatan saja.

Sehingga, jika gagal anda otomatis harus mengulang ujian praktek tersebut minggu depan.

Rasio orang yang dapat lulus pada percobaan pertama ujian praktek ini juga cenderung sangat kecil termasuk saya yang tidak lolos pada saat percobaan pertama.

Jadi, menurut saya ujian prektek ini dapat dikatakan sangat tidak efektif dan merupakan ujian yang paling menyusahkan bagi para pembuat SIM.

Berdasarkan pengalaman orang lain yang saya baca, bahkan ada orang yang sudah mengulang sampai bertahun-tahun tetapi masih belum dapat lolos dari ujian ini. Padahal orang tersebut sudah biasa mengemudi selama bertahun-tahun baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh.

8. Pengambilan SIM

Jika berhasil lulus dari ujian praktek tersebut, anda tinggal menunggu di loket hingga nama anda dipanggil dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah jadi.

9. Catatan

Informasi-informasi yang saya berikan diatas merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, jadi mungkin akan terdapat sedikit kesalahan informasi. Tetapi secara garis besar, seperti itulah proses pengurusan pembuatan SIM baru atau SIM yang telah mati.

Sekian, terima kasih.

Leave a Comment